Rabu, 03 Oktober 2018

Edisi 5


Buletin Masjid
BAABUSSALAAM
EDISI Maret 2018 M/1439 H


Hijrah Perspektif al-Qur’an
(Bagian 4)


ahulu. Seperti nabi Ibrahim, di saat beliau mencari kebenaran hakiki dan akhirnya menemukannya, beliau berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya saya akan pergi menuju Tuhan saya, karena Dialah yang akan memberi hidayah kepada saya”. 

Begitu pula dengan kisah nabi Luth saat beliau menyerukan iman kepada kaumnya, walaupun kaumnya mendustakannya, dan bahkan mengecam dan mengancam akan membunuhnya, namun beliau tetap dalam pendiriannya dan berkata, “Sesungguhnya saya telah berhijrah menuju Tuhan saya, sesungguhnya Dialah yang Maha Perkasa dan Bijaksana.” (QS.al-Ankabut: 26) 

Derajat hijrah sama tingginya dengan jihad, karena hijrah merupakan salah satu cara mempertahankan akidah dan kehormatan diri, maka Allah SWT mensejajarkannya dengan jihad dijalan-Nya yang tentunya ganjarannya pun akan sama dengan jihad. (QS. al-Baqarah: 218). Allah SWT menyiapkan pahala bagi orang yang berhijrah secara ikhlas karena Allah SWT. Di antara ganjaran pahala bagi yang berhijrah, adalah; Riski yang berlimpah di dunia (QS. al-Nisa: 100), kesalahan dihapus dan dosa diampuni (QS. Ali Imran: 195), derajatnya ditinggikan oleh Allah (QS. al-Taubah: 20), kemenangan yang besar (al-Taubah: 20, 100), tempat kembalinya adalah surga (QS. al-Taubah: 20-22), dan Mendapatkan ridha dari Allah (QS. al-Taubah: 100). 






Wallahu ‘alam

Edisi 4


Buletin Masjid
BAABUSSALAAM
EDISI Februari 2018 M/1439 H


Hijrah Perspektif al-Qur’an
(Bagian 3)




Adapun makna hijrah yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an adalah sebagai berikut; 

“Hijrah berarti mencela sesuatu yang benar karena takabur, firman Allah, “Dengan menyombongkan diri terhadap al-Qur’an itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji” (QS. al-Mu’minun: 67) 

Alquran menjelaskan konsep Hijrah dalam berbagai varian, diantaranya; pindah dari suatu tempat ke tempat yang lain guna mencari keselamatan diri dan mempertahankan aqidah, firman Allah, “Barangsiapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak”. (QS. al-Nisa: 100), pisah ranjang antara suami dan istri, firman Allah, “Dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka” (QS. al-Nisa: 34) mengisolir diri, seperti ucapan ayah Nabi Ibrahim kepada beliau, “Dan tinggalkanlah aku dalam waktu yang lama”. (QS. Maryam: 46) 



Wallahu ‘alam

KLIK AL-QURAN 30 JUZ bisa BACA & DENGAR  tanpa harus mengunduh